Pengertian Jenis-Jenis Obat Antidepresan

Pengertian Jenis-Jenis Obat Antidepresan

Pengertian Jenis-Jenis Obat Antidepresan

Online Synthroidthyroxine – Antidepresan ialah obat yang dipakai untuk memudahkan tanda-tanda depresi klinis serta keadaan lain yang berkaitan dengan depresi seperti gangguan kekhawatiran, obsesif kompulsif (OCD), PTSD, distimia, serta ada banyak . Manfaat yang lain untuk menangani ngilu periode panjang.

Cara Kerja Antidepresan

Cara kerja obat antidepresan disangka dengan cara tingkatkan kandungan neurotransmitter di otak. Neurotransmitter punya pengaruh pada signal ngilu yang dikirim oleh saraf. Ini yang membuat beberapa jenis antidepresan dipakai untuk memudahkan ngilu. Antidepresan bisa memudahkan tanda-tanda depresi, tetapi belum pasti bisa menangani sebabnya. Hingga pemakaian antidepresan seringkali harus digabungkan dengan therapy yang lain agar efisien menangani depresi serta keadaan kesehatan mental yang lain.

Manfaat Antidepresan

Antidepresan dipakai untuk menangani depresi dan beberapa keadaan yang lain. Keadaan yang paling umum dibolehkan untuk pemakaian antidepresan ialah misalnya:

  1. Depresi serta gangguan depresi berat
  2. Obsesif kompulsif (OCD)
  3. Posttraumatic stress disorder (PTSD)
  4. Gangguan kekhawatiran sosial
  5. Gangguan kekhawatiran umum
  6. Gangguan bipolar
  7. Enuresis, rutinitas mengompol

Antidepresan seringkali dipakai untuk menangani keadaan lain di luar tanda-tanda obat ini. Misalnya ialah seperti untuk menangani insomnia, migraine, serta jadi obat ngilu. Pemakaian di luar tanda-tanda harus berdasar ketetapan dokter serta harus dinyatakan jika obat itu memang adalah pilihan penyembuhan yang paling efisien.

Jenis Antidepresan serta Dampak Sebelahnya

Antidepresan dibagi jadi beberapa jenis serta mempunyai cara kerja yang berlainan. Efek yang bisa berlangsung dari tiap jenis antidepresan ini dapat tidak sama. Berikut 6 jenis obat antidepresan:

1. Serotonin-noradrenaline reuptake inhibitor (SNRIs)
SNRIs
SNRIs

Serotonin-noradrenaline reuptake inhibitor (SNRIs) kerja dengan cara tingkatkan kandungan serotonin serta noradrenalin atau norephinephrine, ke-2 neurotransmitter ini mempunyai peranan penting dalam konsistensi situasi hati. Antidepresan ini terhitung yang seringkali diresepkan oleh dokter.

Pemakaian SNRI paling umum untuk depresi berat serta gangguan situasi hati. Keadaan lain yang kemungkinan di tangani dengan obat ini tetapi tidak umum ialah seperti ADHD, OCD, gangguan kekhawatiran, tanda-tanda menopause, fibromyalgia, serta ngilu neuropatik akut.

Jenis obat SNRI ialah seperti duloxetine, venlafaxine, serta desvenlafaxine. SNRI bisa memunculkan efek misalnya:

  • Mual (khususnya pada 2 minggu pertama pemakaian)
  • Kekhawatiran serta grogi
  • Sakit kepala
  • Nafsu makan alami penurunan
  • Kesusahan tidur
  • Daya alami penurunan
  • Mulut kering
  • Sembelit
  • Penurunan berat tubuh
  • Gangguan seksual
  • Denyut nadi bertambah
  • Cholesterol bertambah.
2. Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs)
SSRIs
SSRIs

Tidak hanya SNRI, SSRI termasuk juga antidepresan yang seringkali diresepkan serta dipandang mempunyai lebih sedikit efek dibanding dengan antidepresan yang lain. Obat ini kerja dengan menghalangi penyerapan serotonin di otak.

Ini membuat beberapa sel otak lebih gampang dalam terima serta kirim pesan hingga situasi jadi lebih baik serta konstan. Pemakaian obat ini paling umum untuk depresi, tetapi terkadang dipakai untuk OCD, gangguan makan, ejakulasi awal, sampai pemulihan stroke.

Jenis SSRI ialah seperti citalopram, escitalopram, fluoxetine, fluvoxamine, paroxetine, serta sertraline. Efek yang kemungkinan berlangsung dari SSRI ialah misalnya:

  • Mulut kering
  • Mual
  • Sakit kepala
  • Grogi
  • Resah
  • Kesusahan tidur
  • Permasalahan seksual
3. Tricyclic antidepressants (TCAs)
TCAs
TCAs

Tricyclic antidepressants (TCAs) atau antidepresan trisiklik ialah antidepresan yang mempunyai tiga cincin dalam susunan kimianya. Antidepresan ini mengubah 3 neurotransmitter dalam otak yakni serotonin, noradrenalin, serta dopamin. Obat ini efisien, tetapi jarang-jarang dipakai sebab efeknya. Keadaan yang bisa ditangani dengan antidepresan trisiklik ialah seperti depresi, fibromyalgia, gangguan kekhawatiran, serta ngilu akut.

Jenis antidepresan trisiklik terhitung amitriptyline, amoxapine-clomipramine, desipramine, doxepin, imipramine, nortriptyline, protriptyline, serta trimipramine. Efek yang kemungkinan muncul dari obat ini ialah misalnya:

  • Insomnia
  • Kejang
  • Kegundahan
  • Aritmia
  • Ruam
  • Mual serta muntah
  • Hipertensi
  • Kram perut
  • Penurunan berat tubuh
  • Penyimpanan urin
  • Sembelit
  • Penambahan desakan pada mata
  • Disfungsi seksual
4. Monoamine oxidase inhibitors (MAOIs)
MAOIs
MAOIs

Monoamine oxidase inhibitors (MAOIs) ialah jenis antidepresan yang paling umum sesudah SSRI serta SNRI. Obat ini kerja dengan cara menghalangi tindakan monoamine oksidase, enzim yang ada di otak. Enzim ini kerja menolong merusak neurotransmitter seperti serotonin. Lebih sedikit serotonin yang dipecah, karena itu situasi hati bisa lebih konstan. Jenis antidepresan ini biasanya dipakai saat jenis antidepresan lain tidak kerja secara baik.

Jenis MAOI terhitung fenelzin, tranylcypromine, isocarboxazid, serta selegilin. Efek yang kemungkinan muncul dari pemakaian obat ini ialah misalnya:

  • Ruam
  • Pandangan kabur
  • Penurunan berat tubuh
  • Kejang
  • Busung
  • Mual
  • Diare
  • Sembelit
  • Resah
  • Insomnia
  • Disfungsi seksual
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Aritmia
  • Tidak sadarkan diri
  • Hipertensi
5. Noradrenaline and specific serotoninergic antidepressants (NASSAs)
NASSAs
NASSAs

Noradrenaline and specific serotoninergic antidepressants (NASSAs) kemungkinan efisien untuk pasien yang tidak bisa memakai SSRI. Efek obat ini hampir sama dengan SSRI, serta dipandang membuat lebih sedikit permasalahan seksual. Obat ini bisa dipakai untuk menangani kekhawatiran, gangguan kepribadian serta depresi.

Jenis NASSA ialah seperti mianserin serta mirtazapine. Efek dari obat ini bisa berbentuk:

  • Mulut kering
  • Sembelit
  • Penambahan berat tubuh
  • Mengantuk
  • Pandangan kabur
  • Pusing
  • Kejang
  • Pengurangan sel darah putih
  • Tidak sadarkan diri
  • Reaksi alergi
6. Antidepresan atipikal
atipikal
atipikal

Antidepresan atipikal ialah jenis antidepresan yang tidak terhitung dalam salah satunya kelompok antidepresan di atas. Obat yang terhitung antidepresan atipikal ialah seperti bupropion, trazodone, serta mirtazapine. Obat-obatan ini mempunyai efek yang berlainan, tetapi yang paling umum ada ialah misalnya:

  • Pusing
  • Mulut kering
  • Insomnia
  • Mual
  • Muntah
  • Sembelit
  • Pandangan kabur
  • Kenaikan berat tubuh
  • Disfungsi seksual
Efektivitas Pemakaian Antidepresan

Obat antidepresan kemungkinan memerlukan waktu beberapa minggu untuk tahu apa obat itu kerja atau mungkin tidak. Ada banyak unsur yang kemungkinan membuat tidak terlihatnya penambahan dari pemakaian obat ini misalnya:

  1. Obat tidak pas dengan keadaan pasien.
  2. Minimnya pengawasan dari penyuplai service kesehatan.
  3. Pemakaian obat yang tidak sesuai panduan pemakaiannya.
  4. Pasien memerlukan therapy lain seperti therapy tingkah laku kognitif.

Beberapa orang kemungkinan baru bisa lihat efektivitas obat ini sesudah pemakaian sepanjang 1 sampai 2 bulan. Diperlukan persistensi serta ketekunan dalam pemakaian obat antidepresan untuk memperoleh hasil yang diharapkan.

Lamanya penyembuhan dengan obat antidepresan benar-benar tergantung pada perkembangan pasien. Sebagian orang kemungkinan harus memakainya sampai beberapa waktu agar bisa betul-betul lebih baik. Pemakaian periode panjang obat ini harus ditanyakan dengan dokter. Bukan berarti jika anda merasa stress atau depresi dari kalah bermain poker qq anda langsung mengonsumsi anti depresan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *